Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang untuk melakukan

  PENGERTIAN MOTIVASI

Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.

sumber:pexels.com

Motivasi bisa ditimbulkan oleh faktor internal dan faktor eksternal:

1.      Motivasi Internal

Kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internal. Kekuatan ini akan mempengaruhi pikirannya, selanjutnya akan mengarahkan perilaku orang tersebut. Penggolongan motivasi internal yang dapat diterima secara umum belum mendapat kesepakatan para ahli. Namun, demikian psikolog-psikolog menyetujui bahwa motivasi dapat dikelompokan kedalam dua kelompok, yaitu:

a)         Motivasi fisiologis, yang merupakan motivasi alamiah (biologis), seperti lapar, haus dan seks.

b)        Motivasi psikologis, yang dapat dikelompokan dalatiga kategori dasar, yaitu:

É         Motivasi kasih sayang (affectional motication).Motivasi untuk menciptakan dan memelihara kehangatan.

É         Motivasi mempertahankan diri (ego-defensive motivation). Motivasi untuk melindungi kepribadian, menghindari luka fisik dan psikologis, menghindari untuk tidak ditertawakan, dan kehilangan muka, mempertahankan prestise dan mendapatkan kebanggan diri.

É         Motivasi memperkuat diri (ego-bolstering motivation). Motivasi untuk mengembangkan kepribadian.

 

2.      Motivasi Eksternal

Teori motivasi eksternal menjelaskan kekuatan-kekuatan yang ada di dalam individu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor intern yang dikendalikan oleh manajer, yaitu meliputi suasana kerja seperti gaji, kondisi kerja dan kebijakan perusahaan, dan hubungan kerja seperti penghargaan, kenaikan pangkat dan tanggung jawab.

3. Teori X dan teori Y McGregor

Anggapan-anggapan yang mendasari teori X adalah :

– Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja, dan akan menghindarinya bila dapat.

– Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, diperlakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi.

– Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan dirinya di atas segala-galanya.

Anggapan-anggapan teori Y adalah :

– Usaha fisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.

– Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung jawab.

– Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas, dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.

– Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian organisasi

– Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam tujuan itu.

– Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.

PENDEKATAN TERHADAP MOTIVASI

Pendekatan Hubungan Manusiawi Tradisional

Didasarkan pada tiga asumsi berikut ini :

1) Personalia terutama dimotivasi secara ekonomis dan perasaan aman serta kondisi kerja yang baik.

2) Pemenuhan ketiga hal itu akan mempunyai pengaruh positif pada semangat kerja mereka.

3) Ada korelasi positif antara semangat kerja dan produktivitas.

 

Pendekatan Modern

Pertama kali didasari bahwa ada korelasi antara kepuasan dan prestasi kerja, kemudian muncul teori Y MCGregor yang disebut sebagai transisi ke pendekatan modern, dan selanjutnya dikemukakan konsep motivasi lainnya, seperti hierarki kebutuhan Maslow, teori dua faktor Herzbeg, teori pengharapan Vroom dan sebagainya.

 

TEORI-TEORI ISI MOTIVASI KERJA

Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

Abraham maslow, seorang psikolog telah mengembangkan suatu teori motivasi manusia pada tahun 1943. Secara lebih terinci kelima kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan adalah :

   1          Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan seperti rasa lapar, haus, seks, perumahan, tidur dan sebagainya.

   2          Kebutuhan keamanan, yaitu kebutuhan akan keselamatan dan perlindungan dari bahaya, ancaman dan perampasan ataupun pemecatan dari pekerjaan.

   3          Kebutuhan sosial yaitu kebutuhan akan rasa cinta dan kepuasan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kepuasan dan perasaan memiliki serta diterima dalam suatu kelompok , rasa kekeluargaan, persahabatan dan kasih sayang.

   4          Kebutuhan penghargaan yaitu kebutuhan akan status dan kedudukan.

   5          Kebutuhan aktualisasi diri yaitu kebutuhan pemenuhan diri, untuk ,mempergunakan potensi diri, pengembangan diri, untuk mempergunakan potensi diri, pengemabngan diri semaksimal mungkin, kreativitas, ekspresi diri dan melakukan apa yang palin cocok, serta menyelesaikan pekerjaan sendiri.

Teori motivasi berprestasi McClelland

Memusatkan perhatiannya pada 3 kebutuhan manusia yaitu prestasi (need for achievment), afiliasi (need for affiliation), dan kekuasaan (need fir power), karena ketiga kebutuhan ini telah terbukti merupakan unsur penting yang ikut menentukan prestasi pribadi dalam berbagai situasi kerja dan cara hidup. Karakteristik ketiga kebutuhan ini yaitu :

   1          Kebutuhan prestasi, tercermin pada keinginan dia mengambil tugas yang dia dapat bertanggung jawab, menentukan tujuan, mendapatkan umpan balik atas perbuatannya, berusaha melakukan sesuatu secara kreatif dan inovatif.

   2          Kebutuhan afiliasi, tercermin pada adanya keinginan untuk bersahabat, sering bekerja sama, senang bergaul, dia akan melaksanakan tugas secara lebih efektif apabila bekerja dengan orang lain.

   3          Kebutuhan kekuasaan, tercermin pada seseorang yang ingin mempunyai pengaruh atas orang-orang lain, peka terhadap struktur pengaruh antar pribadi suatu kelompok.

Teori motivasi Dua Faktor Herzberg

Herzbeg mengambil kesimpulan bahwa ada dua kelompok faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemiuas kerja (job satisfiers) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (job dissatisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan.”Satisfiers” disebut dengan istilah motivators dan “dissatisfiers” disebut faktor-faktor higienis.

Hubungan Antara Teori-Teori Maslow, Herzberg, dan McGregor

Bahwa ketiga teori ini menekankan sesuatu yang mempunyai hubungan yang mirip satu sama lain. Maslow menyebut tingkat kebutuhan yang lebih tinggi sebagai kekuatan yang memotivasi pekerja. Herzberg nelihat “pemuas” atau motivator sebagai faktor yang memotivasi pekerja setelah faktor higienis menghilangkan ketidakpuasan kerja. McGregor memandang motivasi melalui teori Y-nya yang didasarkan atas anggapan yang ada sebagai motif pekerja.

TEORI-TEORI PROSES MOTIVASI KERJA

Teori Pengharapan Vroom

Berakar pada konsep-konsep kognitif yang dikemukakan oleh para psikolog, terutama Kurt Lewin dan Edward Tolmani. Orang pertama yang merumuskan teori pengharapan motivasi kerja adalah Victor Vroom th 1964. Asumsi dasarnya adalah bahwa “pilihan-pilihan yang dibuat oleh seseorang di anatar serangkaian kegiatan berhubungan secara beraturan dengan peristiwa psikologis yang terjadi secara bersamaan dengan perilaku”.

Model pengharapan adalah seperti analisis marginal dalam ilmu ekonomi. Orang-orang bisnis tidak secara nyata menghitung titik dimana biaya-biaya marginal sama dengan penghasilan marginal, tetapi hal itu masih merupakan konsep yang sangat berguna bagi perusahaan. Model pengharapan bermaskud hanya mencerminkan proses motivasional yang kompleks, tetapi tidak bermaksud untuk menggambarkan cara keputusan-keputusan motivasional secara nyata dibuat atau untuk memecahkan masalah motivasional nyata yang dihadapi manajer.

Model Porter dan Lawler

Merupakan model pengharapan yang mulai dengan pengertian bahwa motivasi tidak sama dengan kepuasan ataupun prestasi kerja. Motivasi, kepuasan dan prestasi kerja  adalah variabel-variabel terpisah dan berhubungan dengan cara yang lain, bukan seperti apa yang secara tradisional diasumsikan.

Porter dan Lawler mengemukakan bahwa usaha (dorongan atau motivasi) tidak secara langsung mengarah ke prestasi kerja, tetapi melalui “perantara” kemampuan/sifat dan persepsi peranan. Jadi, Portet dan Lawler menunjukkan bahwa berlawanan dengan pemikiran tradisional – prestasi kerja menyebabkan kepuasan.

Teori Keadilan Motivasi Kerja

Menyatakan bahwa masukan utama kedalam prestasi dan kepuasan kerja adalah derajat keadilan (atau ketidakadilan) yang diterima orang (karyawan) dalam situasi kerjanya.

You May Also Like

Memilih Bentuk Kepemilikan Bisnis

   Keputusan perusahaan tentangkonsep kepemilikan bisnisdiringkas di sini dapat mempengaruhi kinerjakekuatan bisnis. Mitra-kapal yang memungkinkan akses yang lebih besar ke memoridari kepemilikan perseorangan. Jugamemungkinkan lebih banyak orang yang bisa membuatkeputusan…
View Post

Motif dan fungsi dari suatu bisnis

   Bisnis didirikan untuk melayani kebutuhan pelanggan. Pengusaha didorong untuk memulai bisnis karena mereka dapat memperoleh pendapatan (keuntungan) jika bisnis mereka sukses. Mereka termotivasi untuk membuat keputusan yang akan meningkat…
View Post

Tujuan Komunikasi Pemasaran adalah

      Tujuan komunikasi pemasaran sebuah produk/jasa yang baik dan benar haruslah dapat mengakomodir semua aspek yang dibutuhkan masyarakat dalam hal ini adalah konsumen. Peran komunikasi pemasaran untuk menyampaikan informasi…
View Post

ENTERPRISE RISK MANAGEMENT

A.  Definisi Enterprise Risk Management. 1.    hal yang menjadi landasan pemikiran ERM ialah a.       Setiap organisasi/perusahaan bertujuan menyediakan nilai bagi stakeholdersnya. b.      Setiap perusahaan menghadapi…
View Post